Kalori Cangkang Sawit

Kalori Cangkang Sawit

Kalori cangkang sawit yang cukup tinggi tampaknya membuat cangkang sawit semakin berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber energi substitusi. Sebenarnya di masa sekarang ini ada banyak industri yang mulai melakukan peralihan dalam hal penggunaan sumber energi. Jika tadinya industri menggunakan barang tambang sebagai sumber energi seperti misalnya sebagai bahan bakar maka sekarang industri mulai menggunakan cangkang atau tempurung dari kelapa sawit. Cangkang sawit atau Palm Kernel Shell menjadi sumber bioenergi yang dinilai memiliki banyak keunggulan. Berbagai kelebihan yang dimiliki oleh produk ini dikarenakan adanya kandungan pada kelapa sawit yang dinilai sangat menguntungkan. Oleh karena itu cangkang atau tempurung dari kelapa sawit ini bisa dimanfaatkan secara maksimal dengan resiko kerugian yang minimal.

Kandungan Zat pada Cangkang Sawit

Berikut ini beberapa kandungan dalam cangkat sawit.

Kalori

Jumlah kalori pada cangkang atau tempurung sawit yang dinilai tinggi yaitu mencapai 4200 kalori per kg tentu membuatnya semakin memungkinkan untuk dijadikan sebagai sumber energi. Oleh karena itu banyak industri pabrik yang lebih memilih tempurung sawit untuk dijadikan sebagai bahan bakar. Dengan adanya sejumlah kalori cukup besar yang terkandung di dalamnya maka tempurung sawit sudah tentu dapat memberikan kualitas terbaik sebagai sumber energi. Bahkan panas yang dihasilkan oleh cangkang sawit sebagai sumber energi tidak kalah dengan panas yang dihasilkan oleh bahan tambang. Itu sebabnya mengapa tempurung sawit bisa dijadikan sebagai sumber energi altenatif atau sumber bioenergi yang lebih efektif dan efisien.

Sulphur

Kandungan lainnya yang terdapat pada tempurung sawit yaitu zat sulphur. Namun zulphur pada tempurung sawit ini bisa dibilang tergolong rendah. Hal ini terlihat dari adanya intensitas kadar penguapan pada tempurung yang tergolong cukup tinggi. Adanya kandungan sulphur namun tergolong rendah ini tentu membuat cangkang atau tempurung dari kelapa sawit bersifat ramah lingkungan. Tentu saja Anda tak perlu khawatir dengan pemakaian tempurung ini karena tempurung tidak terlalu menimbulkan pencemaran udara. Penggunaan tempurung sawit sebagai sumber energi akan mengurangi polusi atau pencemaran udara dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

Abu

Ash content atau kadar abu yang terkandung di dalam cangkang sawit juga cenderung rendah. Bahkan kandungan ini hanya mencapai 2 – 3 % saja. Jadi cangkang dari kelapa sawit ini bisa digunakan untuk menggantikan batu bara sebagai bahan bakar arang. Cangkang atau tempurung dari kelapa sawit ini memang juga difungsikan sebagai bahan baku arang yang bisa dibilang unggul. Sebab selain ramah lingkungan rupanya pembuatan arang dari kelapa sawit bisa berdaya guna dengan maksimal. Arang yang dihasilkan rupanya memiliki panas yang kuat hingga bisa difungsikan untuk berbagai macam keperluan.

Ekspor Cangkang Sawit

Kalori cangkang sawit yang membuatnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber bioenergi ini tampaknya mulai dikenal di kalangan masyarakat dunia. Maka tak heran bila sekarang ini jumlah permintaan akan cangkang sawit semakin meningkat. Termasuk pula permintaan dunia akan cangkang sawit dari Indonesia.  Ekspor Palm kernel Shell dari Indonesia ke berbagai negara seperti misalnya ke Jepang dan Korea Selatan serta ke China memang telah dilakukan dalam beberapa tahun ini. Shell dari Indonesian Palm Kernel yang memiliki banyak manfaat ini juga tidak perlu dikhawatirkan akan habis karena bersifat renewable. Palm kernel Shell tidak akan habis karena adanya budidaya yang baik di Indonesia sehingga kehiatan ekspor bisa terus berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *